Sabtu, 15 Desember 2018

Urgensi Aplikasi Psikologi dalam Pendidikan Anak Perspektif William James (1842-1910)




Rasulullah bersabda:
مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ خَيْرًا مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ - رواه الترمذى والحاكم
Orang tua tidak memberi anak suatu pemberian yang lebih baik dari pada (memberi) pendidikan yang bagus” (HR Tirmidzi dan al-Hakim).

Hadits di atas menjelaskan bahwa keluarga adalah lembaga pendidikan yang paling esensial di samping lembaga sekolah atau lainnya. Diantara tugas mereka adalah menjaga fitrah anak, menjaga pertumbuhan dan perkembangan sehat anak dengan tanpa meninggalkan aspek psikologi. Hal ini selaras dengan tujuan pendidikan nasional pada Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 pasal 3. Namun realitanya, tidak sedikit anak yang memperoleh pendidikan dalam suatu lingkungan justru melanggar nilai-nilai agama, sosial dan norma kesusilaan. Padahal Muhammad Athiah al-Abrosyi (1985) menggaris bawahi “…tujuan hakiki pendidikan adalah kesempurnaan akhlak”. Hal ini salah satunya disebabkan oleh pelaksanaan, penerapan serta pendekatan proses pendidikan kurang atau bahkan tidak memperhatikan perkembangan psikologi anak didik yang pada hakikatnya berperan dan berpengaruh dalam mendidik anak. Bahkan para psikolog aliran Freudian berpandangan bahwa manusia ditentukan oleh masa lima tahun pertama dalam kehidupannya. Pepatah terkenal di dunia islam mengatakan, “Belajar di waktu kecil bagai melukis di atas batu, sedangkan belajar di waktu besar bagai melukis di atas air”.
William James adalah filusuf sekaligus pelopor psikologi dari New York, Amerika yang paling berpengaruh dan dijuluki “Bapak Pendidikan Psikologi Modern”. Pemikirannya terhadap pendidikan dan pandangannya terhadap cara kerja pengajar dapat dilihat pada karyanya Talk to Teacher. Ia menegaskan pentingnya mempelajari proses belajar dan mengajar di kelas demi meningkatkan mutu pendidikan. Menurut William, pendidikan lebih cenderung kepada tingkah laku, kebiasaan dan aksi individu pada lingkungannya. Salah satu rekomendasinya adalah mulai mengajar pada titik atau sisi yang sesuai dengan kemampuan setiap anak. Dengan tetap memberikan motivasi; kasih sayang; dukungan; tidak membebani di luar kapasitas kemampuannya; diberi kesempatan bermain, bercerita dan bernyanyi; terdapat hari tertentu untuk rest agar tidak monoton. Selain itu, perlu adanya penyesuaian pendidikan dengan perkembangan psikologi anak meliputi: periode bayi; balita; SD sampai remaja. Sehingga tidak membuat anak merasa asing dan tertekan tetapi justru menjadikan anak lebih dapat mengembangkan keterampilan yang akan mempengaruhi harga dirinya demi mencapai tujuan pendidikan.
Oleh karena itu, solusi kegagalan yang terkadang dialami sebagian pendidik dalam mendidik anak menurut ahli psikologi “William James” adalah aplikasi psikologi khususnya dalam hal pendidikan. Adapun langkah yang tepat untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut yakni dilakukan sejak usia dini dengan cara memberikan motifasi dan pemahaman tujuan serta dilaksanakan sesuai kemampuan setiap anak berdasarkan periode perkembangannya.

DAFTAR PUSTAKA
Ifriqia, Fartika. “Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini”. Jurnal Keislaman dann Kebudayaan, 1 (Januari, 2012), VI: 88.
Kiling, Beatriks Novianti. “Tinjauan Konsep diri dan Dimensinya pada Anak dalam Masa Kanak-Kanak Akhir”. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 1 (Desember, 2015), II: 116-117.
Syahidin. Menelusuri Metode Pendidikan dalam Al-Qur’an. Bandung: Alfabeta, 2009.
Syarifuddin, Ahmad. Mendidik Anak Membaca, Menulis dan Mencintai Al-Quran. Jakarta: Gema Insani, 2004.

Wikipedia Bahasa Indonesia Ensiklopedia Bebas,“ Pemikiran William James”,www.afidburhanuddin.wordpress.com,  di akses tanggal 3 September 2017.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar