Sabtu, 15 Desember 2018

Kuis tentang Pola Pendidikan di Indonesia


Film Pendek ESPERO

Nama : Umi Zahroh Malichayati 
NIM :  932500815                       
Kelas : A                                      
Disusun untuk memenuhi tugas UAS mata kuliah E-Learning Program Studi PBA IAIN Kediri 



Laporan Kegiatan Pembuatan Film Pendek ESPERO

MUKADIMAH
Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah, kegiatan produksi film pendek “Tutorial Hijab” telah selesai dilaksanakan tanpa adanya kendala yang berarti.
Perencanaan yang matang, masukan-masukan dan dukungan dari pihak kampus sangat membantu sekali kelancaran program ini. Secara umum program berhasil dilaksanakan. Tahapan persiapan berjalan tanpa kendala sama sekali. Tahap produksi atau pengambilan gambar (shooting) memang mengalami kendala. Kendala utama terletak pada kesalahan mengambil gambar.
DASAR PELAKSANAAN
Program mata kuliah E-Learning Program Studi Pendidikan Bahasa Arab jurusan Tarbiyah IAIN Kediri semester 7
Hasil kesepatakan dosen dan mahasiswa

TUJUAN
Media kreativitas mahasiswa semester 7 Program Studi Pendidikan Bahasa Arab jurusan Tarbiyah IAIN Kediri dalam bidang editing video
Menjadi media dokumentasi atas hasil pengamatan dan pengembangan ide terhadap kondisi diri dan sosial,
Media apresiasi anak muda/pelajar pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya,
Menghadirkan tontonan yang mendidik dan menghibur bagi masyarakat,
Media publikasi yang efektif terhadap tata cara memakai hijab era sekarang.

PELAKSANAAN KEGIATAN
PERSIAPAN
Agar proses produksi berjalan dengan lancar dan terarah, maka melalui tahap persiapan yang matang. Persiapan yang dilakukan berupa :
       Mempelajari proses pembuatan film pendek melalui film-film pendek yang berhasil memperoleh penghargaan melalui bermacam-macam situs.
       Melakukan diskusi dan bertukar pikiran (brainstorming) dengan anggota kelompok tentang program ini,
       Melakukan pemilihan peran (casting) dan melibatkan 5 anggota kelompok yang dilaksanakan pada Kamis, 15 Oktober 2018  mulai pukul 08.40 s.d 10.20 di lab multimedia.  Hasil casting menjadi pertimbangan untuk memilih empat pemeran utama pada film ini.
       Penyusunan naskah skenario yang bisa menggambarkan kondisi, keunggulan dan ciri khas dari hijab.
       Penyusunan pembagian tugas (job description) masing-masing anggota kelompok dalam program ini, termasuk menghubungi pihak-pihak yang terlibat dalam proses penyusunan film ini.
       Latihan pengambilan gambar yang dilaksanakan dua kali, yakni pertama pada Selasa, 23 Oktober 2018; kedua pada Kamis, 25 Oktober 2018. Melalui dua kali latihan ini, anggota kelompok telah memiliki gambaran dan pengalaman untuk melaksanakan proses produksi (shooting) dengan lebih baik.


PRODUKSI (SHOOTING)
Proses berlangsung pada dua tempat, yaitu: 
    pengambilan video model 1 yaitu di kamar asrama ponpes Al-amien ngasinan. Sedangkan pengambilan video model hijab 2 dilakukan di rumah salah satu team.
PERBAIKAN (EDITING)
       Perbaikan (editing) adalah proses terlama dalam pembuatan video, karena menggunakan beberapa bantuan aplikasi agar supaya video dapat disajikan dengan baik. Seperti menambahkan beberapa efek, menghilangkan beberapa adegan yang memang dianggap kurang menarik untuk ditayangkan serta menambahkan beberapa back song untuk agar siapa video tidak terkesan sepi. Adapun back song yang digunakan adalah beberapa jenis musik instrumen.
       dari 4 potongan video tutorial yang sudah berhasil digabungkan saat perbaikan tersebut menjadi satu video dengan durasi 6.30 menit yang siap dipublikasikan.
PUBLIKASI/ DISTRIBUSI
        Publikasi akan dilakukan melalui channel youtube dengan menyertakan hastag #iainkediri #pbaiainkediri #elearning2018
SINOPSIS
Video ini dibuat selain untuk memenuhi tugas mata kuliah e learning juga bertujuan untuk memberikan inspirasi sahabat hijab bagaimana berhijab dengan gaya sederhana namun tetap trendi.
LOKASI
Lokasi 1: asrama ponpes Al-amien ngasinan
Lokasi 2: kediaman model 2, pare
7. Pesan:
     dalam berhijab tidak harus dengan biaya mahal, cukup kreatif dalam mengenakannya dengan model yang sederhana/ simpel namun tetap menarik.
EVALUASI DAN MASUKAN
 masukan yang didapat setelah melakukan evaluasi selama pelaksanaan program:
-Menyiapkan tempat yang lebih menarik atau mungkin bisa dengan menghias background yang ada dengan hiasan seadanya agar lebih terlihat menarik.
-Pengambilan video dilakukan dengan tempat dan waktu yang bersamaan.
PENUTUP
     laporan ini disusun agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Kediri, 28 Oktober 2018
Hormat kami,
Model 1: Ages Tunas Sari
Model 2: Ulfatul Binti M
Make up: Fitara Rahmania
Pengisi suara: Umi Zahro Malichayati
Editor : Mufidah Royyan


Oleh: Umi Zahroh Malichayati
NIM: 932500815
Kelas: A
x

Perilaku Belajar Anak


Berikut adalah contoh cerita sederhana mengenai perwujudan perilaku belajar anak: Seorang anak balita kurang lebih berumur satu tahun sedang merangkak, bermain dan mencari hal-hal baru yang ada di sekitarnya. Ketika beranjak menghampiri sebuah bola, tiba-tiba dia melihat sebuah handphone yang sedang bordering tepat di samping bola. Seketika anak tersebut mengambil handphone tanpa menghiraukan bola, dia lebih memilih sesuatu yang berbunyi dan bercahaya dibandingnya benda bulat di sampingnya.
Setelah berhasil mendapatkannya, ia membolak-balikkan handphone tersebut dan mencari tahu sumber cahaya dan suara. Bahkan ia mencoba memijat tombol handphone. Apa yang terjadi selanjutnya? Anak tersebut menemukan suatu perbedaan pada layar handphone pada pijatan pertama, ia melihat tampilan layar handphone yang berubah, dan ketika handphone mulai redup ia dapat kembali menyalakan layarnya setelah memijatnya. Mungkin kaget atau heran yang ia rasakan. Setelah mengetahui bahwa handphone akan menyala dan mengeluarkan bunyi ketika dipijat tombolnya, anak tersebut seketika mengulangi pijatan berulang kali karena ia ingin lebih banyak lagi tampilan layar dan suara yang muncul. Namun entah apa yang dipikir olehnya… geregetan, emosi atau mungkin merasa ingin tahu apa isi handphone tersebut. Seketika dia melemparnya berulang kali sampai handphone tersebut tidak mampu lagi menghasilkan cahaya dan suara.
Sehubungan dengan contoh tersebut, Muhibbin Syah dalam bukunya Psikologi Pendidikan mengatakan bahwa berkat pengalaman belajar seorang anak akan mampu mencapai pengamatan yang benar objektif sebelum mencapai suatu pengertian.[1] Hal ini sejalan dengan ungkapan Skinner, Pavlov dan Guthrie bahwa timbulnya tingkah laku seseorang lantaran adanya hubungan antara stimulus atau rangsangan dengan respons.[2]
Dalam situasi di atas, tombol handphone merupakan stimulus, sedangkan rasa ingin tahu adalah motifasi. Kedua unsur tersebut menimbulkan respons khusus untuk menekan tombol berulang kali dengan penguat (reinforcer) cahaya dan suara yang muncul dari handphone. Peristiwa seperti ini dalam psikologi belajar dikenal dengan istilah instrumental conditioning atau operant conditioning (teori Skinner). Menurut Houston, respons-respons terhadap stimulus itulah yang disebut instrumental yang berguna untuk memperoleh sesuatu atau perubahan yang diharapkan.[3]



DAFTAR PUSTAKA

Syah, Muhibbin. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014.




[1] Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014), 117.
[2] Syah, Psikologi Pendidikan, 88.
[3] Syah, Psikologi Pendidikan, 91-92.

Urgensi Aplikasi Psikologi dalam Pendidikan Anak Perspektif William James (1842-1910)




Rasulullah bersabda:
مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ خَيْرًا مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ - رواه الترمذى والحاكم
Orang tua tidak memberi anak suatu pemberian yang lebih baik dari pada (memberi) pendidikan yang bagus” (HR Tirmidzi dan al-Hakim).

Hadits di atas menjelaskan bahwa keluarga adalah lembaga pendidikan yang paling esensial di samping lembaga sekolah atau lainnya. Diantara tugas mereka adalah menjaga fitrah anak, menjaga pertumbuhan dan perkembangan sehat anak dengan tanpa meninggalkan aspek psikologi. Hal ini selaras dengan tujuan pendidikan nasional pada Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 pasal 3. Namun realitanya, tidak sedikit anak yang memperoleh pendidikan dalam suatu lingkungan justru melanggar nilai-nilai agama, sosial dan norma kesusilaan. Padahal Muhammad Athiah al-Abrosyi (1985) menggaris bawahi “…tujuan hakiki pendidikan adalah kesempurnaan akhlak”. Hal ini salah satunya disebabkan oleh pelaksanaan, penerapan serta pendekatan proses pendidikan kurang atau bahkan tidak memperhatikan perkembangan psikologi anak didik yang pada hakikatnya berperan dan berpengaruh dalam mendidik anak. Bahkan para psikolog aliran Freudian berpandangan bahwa manusia ditentukan oleh masa lima tahun pertama dalam kehidupannya. Pepatah terkenal di dunia islam mengatakan, “Belajar di waktu kecil bagai melukis di atas batu, sedangkan belajar di waktu besar bagai melukis di atas air”.
William James adalah filusuf sekaligus pelopor psikologi dari New York, Amerika yang paling berpengaruh dan dijuluki “Bapak Pendidikan Psikologi Modern”. Pemikirannya terhadap pendidikan dan pandangannya terhadap cara kerja pengajar dapat dilihat pada karyanya Talk to Teacher. Ia menegaskan pentingnya mempelajari proses belajar dan mengajar di kelas demi meningkatkan mutu pendidikan. Menurut William, pendidikan lebih cenderung kepada tingkah laku, kebiasaan dan aksi individu pada lingkungannya. Salah satu rekomendasinya adalah mulai mengajar pada titik atau sisi yang sesuai dengan kemampuan setiap anak. Dengan tetap memberikan motivasi; kasih sayang; dukungan; tidak membebani di luar kapasitas kemampuannya; diberi kesempatan bermain, bercerita dan bernyanyi; terdapat hari tertentu untuk rest agar tidak monoton. Selain itu, perlu adanya penyesuaian pendidikan dengan perkembangan psikologi anak meliputi: periode bayi; balita; SD sampai remaja. Sehingga tidak membuat anak merasa asing dan tertekan tetapi justru menjadikan anak lebih dapat mengembangkan keterampilan yang akan mempengaruhi harga dirinya demi mencapai tujuan pendidikan.
Oleh karena itu, solusi kegagalan yang terkadang dialami sebagian pendidik dalam mendidik anak menurut ahli psikologi “William James” adalah aplikasi psikologi khususnya dalam hal pendidikan. Adapun langkah yang tepat untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut yakni dilakukan sejak usia dini dengan cara memberikan motifasi dan pemahaman tujuan serta dilaksanakan sesuai kemampuan setiap anak berdasarkan periode perkembangannya.

DAFTAR PUSTAKA
Ifriqia, Fartika. “Pendidikan Karakter pada Anak Usia Dini”. Jurnal Keislaman dann Kebudayaan, 1 (Januari, 2012), VI: 88.
Kiling, Beatriks Novianti. “Tinjauan Konsep diri dan Dimensinya pada Anak dalam Masa Kanak-Kanak Akhir”. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling, 1 (Desember, 2015), II: 116-117.
Syahidin. Menelusuri Metode Pendidikan dalam Al-Qur’an. Bandung: Alfabeta, 2009.
Syarifuddin, Ahmad. Mendidik Anak Membaca, Menulis dan Mencintai Al-Quran. Jakarta: Gema Insani, 2004.

Wikipedia Bahasa Indonesia Ensiklopedia Bebas,“ Pemikiran William James”,www.afidburhanuddin.wordpress.com,  di akses tanggal 3 September 2017.